Latest Post
Loading...
  • Class of 2014 - 2015 #Harvard — at John F. Kennedy School of Government

  • A Gate to #Harvard Yard — in Cambridge, Massachusetts.

  • Go to college - #Harvard Gates — in Cambridge, Massachusetts.

Visa Schengen

  • Sebelum ke Eropa, Kenali Dulu Visa Schengen

Jakarta - Liburan ke Eropa, jangan lupa membawa Visa Schengen. Inilah 'benda sakti' yang memudahkan Anda untuk bertualang ke 20 lebih negara di Eropa, seperti Perancis, Jerman, dan masih banyak lagi. Yuk, kenali cara membuat Visa Schengen!

Eropa memiliki banyak destinasi di tiap negaranya. Asyiknya, letak tiap negara di Eropa cukup berdekatan. Sehingga Anda bisa mengirit waktu untuk jalan-jalan ke banyak tempat. Tapi sebelum itu, siapkan dulu Visa Schengen.

Visa ini adalah hasil dari Perjanjian Schengen yang dilakukan negara-negara Uni Eropa di Schengen, suatu kota di Luxemburg pada tahun 1985. Salah satu isinya adalah menghapus pengawasan perbatasan di antara negara-negara Uni Eropa dan mencakup berbagai aturan kebijakan bersama untuk izin masuk jangka pendek.

Dilansir dari situs Visa Schengen, Kamis (4/4/2013), Visa Schengen adalah visa khusus yang dapat dimiliki traveler untuk menjelajahi negara Uni Eropa. Tercatat, ada 25 negara (22 negara Uni Eropa dan 3 non-Uni Eropa) yang bisa Anda jelajahi lebih praktis dengan visa ini.

Itu artinya, Anda tidak perlu repot-repot untuk membuat visa jika ingin pindah negara atau rumit di jalur imigrasi. Visa ini memudahkan segalanya!

25 Negara yang dapat Anda jelajahi dengan Visa Schengen adalah Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Visa ini berlaku bagi orang-orang yang ingin traveling atau berbisnis di Eropa. Batas waktu paling lama menggunakan Visa Schengen adalah 90 hari dalam jangka waktu 6 bulan.

Anda bisa menghubungi Kedutaan Besar tiap negara Uni Eropa yang ada di Jakarta untuk membuat Visa Schengen. Kedubes Hungaria, Swiss, Belanda dan Yunani ada di Jl HR Rasuna Said. Kedubes Italia di Jl Diponegoro, Kedubes Perancis dan Jerman di Jl MH Thamrin, dan lain-lain. Pembuatan Visa Schengen harus dilakukan di negara yang menjadi tujuan utama Anda pertama kali atau negara yang ditempati lebih lama.

Dari situs Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta, Anda bisa mengajukan permohonan visa Schengen dengan tujuan utama Belanda, Belgia atau Luksemburg di kedutaan ini. Untuk info lebih lanjut, Anda bisa membuka situs resminya di indonesia-in.nlembassy.org.

Selain itu, beberapa situs Kedutaan Besar lainnya juga dapat Anda buka, seperti Kedutaan Besar Jerman di www.jakarta.diplo.de, Kedutaan Besar Perancis di www.ambafrance-id.org, atau Kedutaan Besar Swiss di www.eda.admin.ch. Di tiap situsnya, Anda bisa melihat bagaimana pembuatan visa Schagen dan membuat janji via online untuk pembuatan visa tersebut.

Di tiap situs kedutaan besar tersebut, Anda dapat mengetahui syarat-syarat apa saja yang dibutuhkan untuk membuat Visa Schengen. Biasanya, dokumen yang dibutuhkan adalah akte lahir, kartu keluarga, surat nikah, paspor dan dua lembar pasfoto ukuran 3,5 x 4,5 dengan latar belakang putih. Biaya yang dibutuhkan untuk membuat Visa Schengen ini sekitar 60 Euro atau sekitar Rp 760.000.

Dilansir dari situs resmi Kedutaan Besar Jerman Jakarta, bagi traveler yang ingin membuat Visa Schegen rupanya harus mencantumkan kecukupan dana bagi pemenuhan biaya hidup. Baik itu selama jangka waktu kunjungan dan untuk perjalanan pulang ke negara asal atau untuk transit ke negara ketiga yang mana telah dijaminkan izinnya, atau bukti booking tiket pesawat dan reservasi hotel.

Berkas bukti yang biasanya diminta adalah buku tabungan yang memperlihatkan pergerakan saldo rekening pada suatu waktu tertentu (paling tidak 3 bulan), kartu kredit, lembaran penerimaan gaji, atau surat keterangan pekerjaan.

Asyiknya, sekarang Visa Schengen akan selesai dalam 3 hari kerja. Ayo, Siapkan segala persyaratan untuk membuat Visa Schagen dan bersiaplah untuk menaklukan Eropa! 
Read More...

Berkunjung ke Eropa

  • Yang Harus Anda Tahu Sebelum Liburan ke Eropa

Jakarta - Traveling ke Eropa berarti Anda akan mengunjungi tempat yang sangat lain dari Asia. Oleh karena itu sebelum 'terbang' ke sana, ada beberapa hal yang perlu Anda tahu. Berikut pemaparannya.

Ada beberapa hal penting bagi wisatawan sebelum berkunjung ke Eropa. Seperti apa cuacanya, bagaimana cara mengurus visanya, apa mata uangnya, juga bahasanya.  Berikut 5 hal yang harus Anda tahu sebelum liburan ke Eropa:

1. Visa Schengen
Untuk mengunjungi negara-negara di Eropa, Anda butuh visa Schengen. Visa ini berlaku untuk 25 negara yaitu Austria, Belgia, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hungaria, Islandia, Italia, Latvia, Lithuania, Luxemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Polandia, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Swedia, dan Swiss.

Dengan visa Schengen, traveler bisa keluar-masuk 25 negara tersebut tanpa perlu lagi mengurus visa. Namun lain halnya jika Anda akan berkunjung ke Irlandia dan Britania Raya. Anda bisa membuat aplikasi visa khusus negara tersebut.

Tapi ada juga beberapa negara non-Schengen yang menerima visa Schengen, dengan catatan, harinya terbatas. Asma Nadia, penulis buku Jilbab Traveler yang telah 3 kali berkeliling Eropa mengatakan, ia pernah menyambangi negara-negara non-Schengen menggunakan visa Schengen.

"Bosnia salah satunya, kita bisa masuk sana maksimal 7 hari. Bulgaria juga," kata Asma Nadi (penulis buku 'The Jilbab Traveler')

Cara aplikasinya, datanglah ke kedutaan negara yang pertama kali dituju. Misalnya Italia atau Prancis. Anda bisa mengambil formulir aplikasi visa Schengen, atau mengunduhnya dari situs kedutaan yang bersangkutan. Selanjutnya, isi formulir permohonan dan lengkapi dokumennya.

Beruntung, aplikasi visa Schengen sekarang makin mudah. Traveler Indonesia hanya perlu menunggu 4 hari kerja sampai visa rampung dibuat.

2. Negeri 4 musim
Tidak seperti Indonesia yang hanya punya 2 musim: kemarau dan hujan, Eropa adalah negeri dengan 4 musim. Musim dingin di Eropa biasanya berlangsung bulan Desember-Maret tiap tahunnya. Namun di negara-negara Skandinavia, musim dingin bisa dimulai pada September-Mei. Malam hari biasa lebih panjang dari siang.

Musim semi disebut-sebut sebagai waktu terbaik mengunjungi Eropa. Udara sejuk dan bunga-bunga bermekaran, yakni mulai bulan Maret-Juni. Ini adalah waktu terbaik melihat ladang tulip di Belanda.

Musim panas di Eropa seringkali tidak bisa diprediksi. Terkadang bisa hangat dan menyenangkan, kadang panasnya sampai ubun-ubun. Musim panas di Eropa biasanya dimulai pada Juli sampai akhir Agustus. Saat musim ini, negara-negara eksotis di wilayah Mediterania biasanya dijejali turis.

Terakhir, musim gugur biasanya dimulai tengah September hingga awal Desember. Sama seperti musim semi, temperatur saat musim gugur cukup nyaman untuk traveling. Di beberapa bagian Eropa terutama wilayah utara, panorama hutan dan ladang hijau berubah menjadi cokelat keemasan, daun-daun pun berguguran.

Mengingat perbedaan musim ini, pastikan pakaian yang dibawa sesuai dengan musimnya. Saat musim dingin bawalah lebih banyak jaket, sweater, dan syal untuk menghangatkan badan. Sebaliknya saat musim panas, Anda boleh membawa pakaian berbahan katun yang santai dan celana pendek. Pada musim semi dan gugur, udaranya masih dingin. Ada baiknya Anda membawa sweater tambahan. Asma Nadia mengatakan pentingnya riset kisaran suhu sebelum traveling ke Eropa.

"Riset iklim dulu biar nggak salah kostum. Dingin di Eropa itu berarti dua, dingin udara dan dingin angin. Kalau winter bawanya jaket tebal banget, karena suhunya bisa sampai -27 derajat Celcius. Kalau musim semi dan gugur, biasanya berangin, namun tetap dingin maka bawa jaket tebal juga," tuturnya.

3. Bahasa dan mata uang
Bahasa mayoritas yang digunakan di Eropa adalah Inggris. Anda boleh menggunakan bahasa Inggris untuk berkomunikasi dengan warga lokal maupun traveler lain. Namun, tiap negara punya bahasa nasionalnya sendiri.

Bahasa Jerman dan Prancis adalah yang kedua terbanyak digunakan di negara-negara Eropa. Bahasa Jerman digunakan di Liechtenstein, Jerman, Austria, dan Swiss. Sementara bahasa Prancis digunakan di Prancis, Monte-Carlo, Luxemburg, Belgia, dan Swiss.

Ada 11 mata uang yang digunakan di negara-negara Uni Eropa, namun yang paling umum digunakan adalah Euro. Saat ini, 1 Euro adalah sekitar Rp 12.500. Mata uang Euro digunakan oleh 17 negara di Eropa termasuk Prancis dan Jerman.

Selain Euro, beberapa mata uang yang digunakan yakni Poundsterling (Britania Raya & Gibraltar), Krone (Denmark), Koruna (Republik Ceko), Zloty (Polandia), Swiss Franc (Swiss).

4. Cara keliling Eropa
"Yang menarik bagaimana kita menyusun rute sehingga efektif dan nggak bolak-balik," kata Asma Nadia.

Jauh-jauh ke Eropa, sayang kalau tidak berkeliling benua indah ini. Ada banyak opsi transportasi yang bisa digunakan, dua yang paling favorit adalah maskapai bujet dan kereta api.

Ada puluhan maskapai bujet yang terbang keliling Eropa dan sekitarnya. Yang paling terkenal adalah Ryanair berbasis Irlandia dan EasyJet yang berbasis Britania Raya. Selain itu ada pula Air One berbasis Italia, Vueling berbasis Spanyol, Flybe dan Monarch yang berbasis di Britania Raya, dan Pegassus Airlines yang berbasis di Turki. Masing-masing maskapai punya rute dan harga sendiri, pun sering mengadakan promo harga tiket.

Kalau Anda punya banyak waktu traveling dan ingin melihat lanskap cantik Eropa, kereta adalah pilihan yang tepat. Beberapa kereta yang melewati lanskap terindah Eropa adalah The Chocolate Train di Swiss, The Castles of Britain di Britania Raya, Trans-Siberian Railway di Rusia, juga kereta mewah Venice-Simplon-Orient-Express dari London ke Venesia.

Untuk perjalanan kereta murah, cobalah pakai penyedia layanan tiket terusan InterRail, Rail Europa, atau Eurail. Bukalah situs masing-masing dan rancang sendiri itinerary Anda keliling Eropa. Anda bisa memilih sendiri rute kereta, negara yang akan dilalui, juga lamanya perjalanan. Tentu saja harganya lebih murah karena Anda harus pesan online.

5. Ketahui rute negara berdasarkan minat
Eropa adalah benua yang luas. Memang, tak jarang traveler yang menyambangi puluhan atau bahkan seluruh negara di Eropa. Tapi kalau Anda hanya ingin menjelajah beberapa di antaranya, kenali minat, gaya, dan kebutuhan Anda.

"Ada yang suka banget museum atau sejarah. Ada yang suka fotografi outdoor. Ada yang sukanya belanja," tutur Asma Nadia.

Beruntung, Eropa bisa dibagi-bagi sesuai minat. Traveler yang suka kota-kota bergaya gothik bisa menyambangi Eropa Timur, seperti Hungaria dan Republik Ceko. Bagi yang suka alam bebas, bisa menyambangi Eropa bagian Utara seperti Norwegia atau Swedia. Traveler yang suka wisata kota boleh menyambangi Eropa Barat seperti Prancis, Jerman, dan Belanda.

"Tapi yang penting, tiap traveler bisa mendapatkan 'sense' dari negara-negara itu," tambah Asma. 
Read More...

Terbang Ke Eropa

  • Backpacking di Eropa, Ini Dia 7 Tipsnya
  
London - Saat berlibur ke negeri orang, tentunya traveler harus menyiapkan berbagai perlengkapan. Termasuk juga kalau Anda mau backpacker ke Eropa. Berikut 7 tipsnya agar backapacking Anda di Eropa berjalan lancar dan seru!

Banyak negara di Eropa yang menarik untuk jadi destinasi liburan. Tak heran bila banyak traveler yang backpacking menjelajah benua tersebut dan ini dia 7 tips jitu untuk backpacking di Eropa:

1. Buat itinerary liburan ke Eropa
Amsterdam di Belanda, Paris di Prancis, London di Inggris, dan masih banyak lagi kota-kota lainnya di Eropa yang bisa Anda kunjungi. Agar tidak bingung mau pergi ke mana, sebelum berangkat ke Eropa, sebaiknya Anda membuat itinerary terlebih dahulu.

Tentukan mulai dari negara, kota, sampai destinasi yang ingin Anda tuju. Selain untuk mempermudah perjalanan, itinerary juga bisa membantu Anda mengontrol pengeluaran dan waktu liburan. Baca buku panduan wisata, atau browsing untuk menyusun itinerary Anda.

2. Pakailah pakaian sesuai musim
Perlu Anda tahu kalau Eropa adalah negeri dengan 4 musim, yakni musim dingin, panas, semi, dan gugur. Musim dingin terjadi pada Desember sampai Maret dan untuk negara-negara Skandinavia terjadi pada bulan September sampai Mei.

Sedangkan musim panas setiap tahunnya terjadi pada bulan Juli sampai akhir Agustus. Musim semi pada bulan Maret sampai Juni dan musim gugur terjadi pada tengah September sampai awal Bulan Desember. Jangan salah bawa pakaian!

"Bawa pakaian dan sepatu yang nyaman dari rumah dan sesuaikan dengan musim. Jadi, tidak perlu beli di jalan. Mahal," ucap traveler Asma Nadia (Rabu, 3/4/2013). Sekaligus penulis buku 'The Jilbab Traveler'

3. Gunakan alat transportasi murah
Bila ingin keliling Eropa, traveler bisa memanfaatkan transportasi murah. Mulai dari kereta sampai pesawat bujet bisa Anda pilih.

"Jangan naik kereta malam, lebih mahal dibandingkan kereta siang. Malah lebih murah naik pesawat bujet," ujar Asma Nadia.

Akan tetapi, untuk maskapai bujet Anda harus benar-benar baca ketentuannya.
Kalau mau lebih mudah, traveler bisa menggunakan tiket City Pass. Namanya sering berbeda di setiap kota. Tapi intinya, ini adalah tiket yang bisa digunakan untuk naik transportasi umum sepuasnya dan harganya lebih murah.

Jadi, Anda bisa menggunakan transportasi umum sepuasnya. Traveler bisa memilih tiket untuk 12 jam, 24 jam, atau beberapa hari.

4. Bawa foto copy dokumen penting
Dokumen pribadi sangat penting saat Anda berlibur ke dalam ataupun luar negeri. Oleh karena itu ada baiknya Anda memfotokopi KTP, paspor, dan dokumen-dokumen penting lainnya untuk dibawa saat perjalanan. Anda juga bisa menyimpannya dalam bentuk softcopy sehingga tidak hilang secara 'fisik'.

5. Cari akomodasi dan tempat makan murah
Saat berlibur di Eropa, ada baiknya Anda mencari akomodasi dan tempat makan murah. Sehingga uang Anda bisa digunakan untuk keperluan lainnya.

Asma Nadia menambahkan, kalau mencari penginapan jangan di tengah kota karena biasanya mahal. Bisa juga memilih dormitori yang lebih murah. Harganya sekitar 10 Euro per orang (Rp 125 ribu). Untuk alasan keamanan, traveler wanita lebih baik menginap di dormitori.

"Kalau mau wisata kuliner cari yang murah, porsinya juga tidak usah banyak-banyak. Kalau Muslim dan takut makannannya tidak halal, pesan saja menu vegetarian," imbuh ibu dua anak ini.

6. Bawa alat pencari informasi
Alat pencari informasi tak boleh ketinggalan saat Anda menjelajah Eropa. Alat-tersebut berupa peta, kompas, dan buku panduan wisata. Di era serba digital seperti sekarang, semua perangkat tersebut bisa juga Anda dapatkan dengan mudah dari aplikasi smartphone.

Tidak cuma itu, Anda juga bisa membawa buku alamat kecil selama menjadi bacpacker. Dikutip dari situs Bakpak Guide, dengan buku alamat kecil Anda bisa mencatat kontak semua orang yang Anda temui selama perjalanan. Selain itu, buku alamat tersebut juga bisa menjadi salinan nomor-nomor telepon penting.

7. Waspada copet!
Jangan terlena dengan keindahan Eropa. Hati-hati, bisa saja Anda jadi sasaran pencopet. Usahakan Anda tidak terjebak seorang diri dalam suasana yang sangat ramai.

Simpan semua barang berharga Anda di tempat aman dan tetap melekat pada tubuh. Contohnya, Anda bisa menyimpang paspor, tiket pesawat dan kereta api, uang, dokumen pribadi lainnya di dalam tas pinggang yang selalu terikat di pinggang Anda.

Sangat tidak dianjurkan, bila terlalu memperlihatkan barang-barang bawaan Anda. Bila situasinya sedang naik kereta atau bus, amankan tas bawaan Anda dengan gembok.
Read More...

Camilan Khas Eropa

  • 7 Camilan Khas Eropa yang Harus Anda Coba
  
Amsterdam - Traveling ke Eropa, tak afdol kalau belum mencicipi aneka kulinernya. Beda negara, beda lagi camilan khas masyarakat setempat. Berikut 7 camilan khas Eropa yang wajib Anda coba.

Huffington Post pada Kamis (4/4/2013), merangkum 7 camilan khas Eropa yang wajib Anda coba, lengkap dengan tempat-tempat mencicipinya. Jangan sampai terlewat kalau Anda traveling ke benua indah ini ya!

1. Kroketten, Amsterdam
Mungkin Anda mengenal camilan ini sebagai kroket. Ya, ini adalah 'nenek moyangnya' kroket di Indonesia. Namanya kroketten, camilan khas Belanda yang sangat nikmat disajikan panas-panas.

Kroketten adalah kentang tumbuk yang dicampur daging cincang, bumbu, dilumuri tepung roti, kemudian digoreng dalam minyak panas. Kroketten bisa ditemukan di ruas-ruas jalan Kota Amsterdam, juga di restoran cepat saji seperti McDonalds.

Namun, traveler yang ingin mencoba kroketten bisa menyambangi restoran cepat saji Febo. Harganya sekitar US$ 1-2 (Rp 9.000-19.000) per buah. Paling nikmat disajikan hangat, apalagi kalau angin di luar sana sedang kencang.

2. Currywurst, Berlin
Bratwurst adalah sosis khas Jerman yang terkenal oleh ukurannya yang besar. Kalau bratwurst biasa dipanggang kemudian langsung disajikan, currywurst menggunakan bumbu kari dan saus tomat.

Bratwurst dipotong kecil-kecil kemudian dipotong agar masuk dalam sekali gigitan. Sosis yang digunakan biasanya berbahan dasar daging babi. Setelah itu, disiram saus tomat dan kari kemudian disajikan dengan kentang goreng.

Untuk mencicipinya, para wisatawan biasa menyambangi Prenzlauer Berg's Konnopke's Imbiss yang berlokasi dekat stasiun U-bahn Eberswalder Strasse. Harganya US$ 2-2,5 (Rp 19.000-24.000) saja per porsi. Ssst, warga lokal rupanya lebih menggemari currywurst dibanding bratwurst lho!

3. Frites, Bruges
Warga Belgia adalah penggemar kentang goreng. Namun, kentang goreng khas Belgia berbeda dengan kentang goreng di negara-negara lainnya, termasuk ala Amerika. Kentang goreng khas Belgia bernama frites.

Kentang goreng ini dipotong agak besar kemudian digoreng. Kentang goreng itu kemudian dimasukkan ke dalam tempat berbentuk kerucut (cone) yang terbuat dari kertas. Saat membelinya, traveler bisa memilih sendiri saus sesuai selera. Yang paling terkenal adalah garlic mayonnaise. Harganya sekitar US$ 3-5 (Rp 29.000-48.000) per cone.

4. Gelato, Florence 
Kota Florence di Provinsi Tuscany, Italia, terkenal sebagai penghasil gelato. Ya, ini adalah es krim khas Italia yang kenikmatannya terkenal di kalangan traveler dunia.

Gelaterie alias toko penjual gelato tersebar di seluruh penjuru kota. Ada Vivoli, Grom, Gelateria de' Neri, Gelateria Santa Croce, Cavini, dan masih banyak lagi. Masing-masing toko menyuguhkan gelato dalam belasan hingga puluhan rasa yang berbeda. Harganya sekitar US$ 2-2,5 (Rp 19.000-24.000) per cone.

Lupakan sejenak stroberi, vanila, atau cokelat yang jadi rasa es krim pada umumnya. Cobalah berpetualang rasa dengan mencicipi es krim Pistachio, Cheesecake, Zabaione, Coffee Granita, Mint and Cherry, Affogato with Chocolate hingga Chocolate Ginger!

5. Crepes, Paris
Selain kota mode, Paris juga terkenal sebagai kota kuliner. Ratusan restoran bergelar Michelin tersebar di Paris, menyuguhkan pengalaman gastronomi berbeda bagi wisatawan. Namun dari seluruh makanan yang menggugah selera itu, camilan yang tak boleh terlewat adalah crepes.

Crepes adalah pancake tipis yang lembut, terbuat dari adonan tepung. Di Indonesia, crepes juga sudah terkenal sebagai camilan nikmat dengan isian asin atau manis. Namun tempat yang paling pas untuk mencicipi crepes adalah di kota kelahirannya yakni Paris.

Wisatawan bisa mencicipi aneka crepes di Latin Quarter atau Montmartre. Para penjual crepes juga biasa mangkal di objek-objek wisata terkenal seperti Taman Jardin de Tuilleries. Harganya sekitar US$ 2,5-4,5 (Rp 24.000-43.000).

6. Pizza al Taglio, Roma
Pizza adalah salah satu makanan khas Italia. Tempat untuk mencicipinya tentu saja di Provinsi Tuscany. Namun di Kota Roma, ada satu jenis camilan yang wajib dicicipi wisatawan. Inilah pizza al taglio yang bisa ditemukan di banyak tempat.

Tidak seperti pizza pada umumnya yang berbentuk lingkaran, pizza al taglio dalam bentuk persegi panjang. Toppingnya bisa dipilih sesuai selera, namun yang paling klasik dan diminati wisatawan adalah tomat dan basil. Harganya mulai dari US$ 2-4 (Rp 19.000-38.000).

Uniknya, Anda membayar sesuai berat. Tentukan sendiri besar pizzanya. Kota Roma dipenuhi resto pizza al taglio, pilihlah yang dikunjungi banyak warga lokal.

7. Fried Herring Sandwich, Stockholm
Swedia terkenal oleh olahan ikannya, terutama herring. Saat berkunjung ke ibukota Swedia yakni Stockholm, jangan lewatkan camilan khas setempat yakni fried herring sandwich.

Seperti namanya, ini adalah sandwich berisi ikan herring goreng berbumbu. Sandwich ini juga diisi potongan timun dan bawang merah. Tempat mencicipinya yakni Nystekt Stromming, sebuah kios kecil di luar stasiun kereta Slussen. Harga per porsinya sekitar US$ 4-5 (Rp 38.000-48.000)
Read More...

Video Gallery

Live Your Life Just Do Whatever Makes You Happy Today from Mr. Lubis on traveller.

Live Your Life Just Do Whatever Makes You Happy Today from Mr. Lubis on traveller.

40 million United fans on Facebook from Mr. Lubis on Manchester United.

  • Terbang Ke Eropa
    London - Saat berlibur ke negeri orang, tentunya traveler harus menyiapkan berbagai perlengk
  • Berkunjung Ke Eropa
    Traveling ke Eropa berarti Anda akan mengunjungi tempat yang sangat lain dari Asia. Ole
  • Liburan Ke Eropa
    Eropa di mata traveler Indonesia adalah kota tua dan antik, perkebunan anggur nan
  • Visa Schengen
    Liburan ke Eropa, jangan lupa membawa Visa Schengen. Inilah 'benda sakti' yang memudahkan
  • Camilan Khas Eropa
    Traveling ke Eropa, tak afdol kalau belum mencicipi aneka kulinernya. Beda neg